Sony Berniat Mengambil Alih Produsen Lensa Tamron
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sony Group Corporation telah mengajukan proposal resmi untuk mengakuisisi seluruh saham Tamron Co Ltd dengan tujuan menjadikannya anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki. Tamron mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima proposal tersebut, tetapi menekankan bahwa tawaran itu masih belum mengikat dan belum ada keputusan akhir yang dibuat. Dewan direksi Tamron kemudian membentuk Komite Khusus untuk mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat meningkatkan nilai perusahaan dan melindungi kepentingan pemegang saham.
Pengumuman ini memicu reaksi pasar yang signifikan. Saham Tamron di Bursa Efek Tokyo dibanjiri pesanan beli hingga perdagangannya dihentikan sementara, sementara saham Sony mengalami penurunan dalam perdagangan. Sony adalah salah satu produsen kamera dan sensor gambar terbesar di dunia, dan saat ini memiliki 14,7 persen saham di Tamron. Perusahaan investasi asal Singapura, Effissimo Capital, adalah pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 17,4 persen.
Proposal akuisisi ini diyakini dapat meningkatkan nilai perusahaan Tamron dan para pemegang sahamnya, serta berkontribusi pada pengembangan bisnis pencitraan Sony. Tamron dikenal sebagai produsen lensa terkemuka yang memasok produknya ke Sony serta produsen lain seperti Nikon dan Canon.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 09.29
IHSG Dibuka Menguat ke 6.255
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.25
DSSA Bakal Lepas 9,63 Miliar Saham Treasuri Mulai 10 Agustus 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 08.50
Disorot! GULA Balikkan Rugi Jadi Untung, Akuisisi, Saham Naik 226%
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 21.05
Sony Sesumbar Pasokan RAM untuk PS5 Sudah Aman
Berita terkait
Mau Caplok 30% Saham BYAN, Seberapa Kaya Haji Isam
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 06.00
Sony Berniat Mengambil Alih Produsen Lensa Tamron
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 10.44
Ada Transaksi Saham BCA Rp1,35 T di Tengah Rumor Akuisisi Haji Isam
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.39
Geliat Sinar Mas, Entitas DSSA Resmi Jadi Pengendali Baru KETR
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.11