Sopir Truk Menginap di Kantor Pertamina Surabaya, Minta Barcode Solar Subsidi Dihapus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratusan sopir truk masih menginap di Kantor Pertamina Jatimbalinus, Surabaya, sejak 30 September 2020, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan barcode sebagai syarat pengambilan solar bersubsidi. Koordinator lapangan Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Supriyono, menyampaikan bahwa sekitar 300 truk tronton dan kendaraan towing terparkir di lokasi aksi. Massa menuntut agar barcode yang menjadi syarat pengambilan solar subsidi dihapus, namun pihak Pertamina enggan bertemu langsung dengan para pengemudi. Pertamina menyatakan bahwa kebijakan tersebut berada di bawah kewenangan Badan Pengatur Jalan Tol dan Perdagangan (BPH Migas), sehingga mereka menolak bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. Para sopir meminta agar BPH Migas hadir dalam pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan secara langsung melalui mediasi. Mereka juga menyatakan kesediaan untuk mengakhiri aksi jika solusi ditemukan, karena banyak dari mereka bergantung pada aktivitas mengemudi untuk mata pencaharian harian. Aksi penginapan ini juga menyebabkan penyesatan lalu lintas di sekitar Jalan Jagir Wonokromo, yang diarahkan ke jalur alternatif.
Bagikan
Berita terkait
Didemo Sopir Truk, Pertamina Sebut Sistem Pembelian Solar Subsidi Ditentukan Pemerintah
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 20.02
Sopir Truk Jatim Keluhkan Sistem Subsidi Solar, Berdampak ke Pengiriman Barang
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 19.07
Sopir Truk Demo di Kantor Pertamina Surabaya, Jalan Jagir Wonokromo Lumpuh
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 17.02
Perwakilan Pertamina Temui Massa Demo BBM di Makassar
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.56