Soroti Gaya Komunikasi Purbaya, Pengamat: Blak-blakan, tetapi Berisiko Bagi Stabilitas Politik dan Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang blak-blakan dan tidak terlalu birokratis dapat menjadi faktor dalam pergantian dirinya. Gaya ini berhasil meningkatkan popularitas Purbaya di mata publik, namun berpotensi menimbulkan ketidakpastian di pasar dan ketidaknyamanan di kalangan elite politik. Setiap pernyataan Purbaya memiliki konsekuensi besar karena pasar membacanya sebagai sinyal kebijakan, sementara elite politik membacanya sebagai sikap politik. Contoh yang diberikan adalah perdebatan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai obligasi daerah, yang berawal dari ranah kebijakan fiskal tetapi berkembang menjadi isu politik karena Pramono adalah figur PDIP. Hal serupa terjadi dalam isu utang proyek Whoosh yang sangat sensitif karena terkait pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 12.09
Dicopot dari Menkeu, Mahfud MD Ungkap Kelemahan Purbaya
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 09.23
PDIP Soal Kadernya Sowan ke Jokowi: Sudahlah, Kan Bukan Hanya Dia...
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 08.24
Jokowi: Saya Tidak Ada Masalah dengan Ibu Megawati, dan Suatu Saat Nanti Mesti Akan Ketemu
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 08.21
Purbaya Dicopot dari Jabatannya, Pengamat: Ada Rasa Jengkel dari Prabowo
Berita terkait
PDIP Soal Pemecatan Kadernya Usai Temui Jokowi: Kita Ngeliat Record-nya Dia...
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 08.09
PDIP Soal Jokowi: Yang Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 02.19
PDIP Tegaskan Sudah Bersimpangan Jalan Secara Politik dengan Jokowi
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 00.00
PDIP Tak Lagi Pikirkan Jokowi: Yang Kartunya Mati Jangan Dihidupkan Lagi
kumparan · 14 September 2026 pukul 22.02