Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Sosok Gus Baha, Ulama Tafsir yang Dipilih Jadi Wakil Rais Aam PBNU

KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha, ulama tafsir asal Rembang, Jawa Tengah, ditunjuk sebagai Wakil Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031. Pengumuman susunan kepengurusan baru PBNU dilakukan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada 30 September 2026. Dalam susunan tersebut, KH Miftachul Akhyar tetap menjadi Rais Aam, sementara Gus Baha bergabung dengan empat Wakil Rais Aam lainnya. Keputusan ini disahkan melalui Surat Keputusan PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 dan berlaku hingga 30 September 2031. Latar belakang Gus Baha dalam kajian Al-Qur'an erat kaitnya dengan keluarganya. Lahir pada 29 September 1970, ia adalah putra KH Nursalim al-Hafizh dan Hj Yuchanidz Nursalim, serta generasi keempat dari keluarga ulama ahli Al-Qur'an. Sejak kecil, ia belajar Al-Qur'an dari ayahnya dan kemudian berguru kepada KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang. Gus Baha pernah menjadi Ketua Lajnah Mushaf di Lembaga Tafsir Al-Qur'an UII Yogyakarta dan mengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA di Rembang. Dikenal dengan kajian keislamannya yang berbasis tafsir, Gus Baha sering menggunakan bahasa sederhana dalam pengajiannya agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Meski banyak rekaman ceramahnya beredar di media sosial, ia tidak aktif mengelola akun pribadi. Beberapa waktu sebelum ditunjuk sebagai Wakil Rais Aam, Gus Baha turut hadir dalam kegiatan "Ngaji Kebangsaan" bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Ponpes LP3IA, Rembang, pada 26 September 2026.

Berita terkait