Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama RI

Kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, tiba di Tanjung Priok pada 18 September 2026 setelah berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026. Kapal ini dibangun di galangan Monfalcone dan merupakan pesawat pengejar kelas Garibaldi dengan nomor lambung 551. Diberi nama dari tokoh nasional Italia, kapal ini pernah bertugas di Angkatan Laut Italia sebagai ITS Giuseppe Garibaldi. Dengan panjang 239 meter dan lebar 34 meter, Garibaldi merupakan kapal induk ringan yang mampu mengoperasikan pesawat AV-8B Plus Harrier II serta berbagai helikopter seperti EH101, SH90A, dan AB212. Kapal ini dilengkapi dengan sistem pertahanan aktif dan pasif, termasuk peluncur rudal Albatros Aspide dan tiga sistem meriam DARDO Breda 40/70.

Selama lebih dari 40 tahun penggunaannya, Giuseppe Garibaldi terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk di Somalia (1994-1995), Yugoslavia (1999), Lebanon (2006), dan Libya (2011). Pada 2001-2002, kapal ini berperan sebagai kapal komando dalam Operation Enduring Freedom. Antara 2015 hingga 2017, Garibaldi menjadi flagship operasi Uni Eropa Sophia di Mediterania Tengah.

Meskipun disebut sebagai hibah dari Italia, Indonesia tetap harus mengeluarkan biaya signifikan untuk perawatan dan operasionalnya. Laporan parlemen Italia yang dikutip Reuters memperkirakan biaya tahunan sekitar 5 juta euro (Rp103,5 miliar) untuk perawatan, sementara pembongkaran dan peremajaan diperkirakan menghabiskan 19 juta euro (Rp393,49 miliar). Jika resmi masuk ke armada TNI AL, Indonesia akan menjadi negara kelima di Asia yang memiliki kapal induk, setelah China, India, Jepang, dan Thailand.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait