Stasiun Wonokromo Jejak Kolonial yang Tetap Bertahan di Tengah Pembangunan Massa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Stasiun Wonokromo di Surabaya merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda sebagai bagian dari jaringan Staatsspoorwegen (SS). Saat ini, stasiun tersebut dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya dan tetap berfungsi sebagai nadi transportasi penting bagi masyarakat untuk bekerja, sekolah, maupun bepergian.
Selain nilai sejarah perkeretaapian, kawasan Wonokromo juga memiliki signifikansi sastra karena menjadi latar dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Meskipun telah mengalami modernisasi untuk kenyamanan penumpang, struktur asli dan arsitektur klasik stasiun tetap dipertahankan sebagai bentuk pelestarian jejak sejarah Kota Surabaya.
Bagikan
Berita terkait
Erupsi Anak Krakatau, KAI Menambah Perjalanan Kereta dari Surabaya Pasarturi ke Jakarta
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 16.21
Imbas Erupsi Anak Krakatau, KAI Daop 8 Surabaya Tambah Jadwal & Kapasitas Kereta
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 17.02
Prabowo Bakal Jajal Kereta Nusantara Explorer dari Semarang ke Batang
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 10.30
Kia PV7 Resmi Meluncur, Van Listrik Besar dengan Jarak Tempuh 480 Km
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 08.57