Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Strava Ubah Kebijakan AI, Pengguna Premium Kini tak Bisa Matikan Athlete Intelligence

Strava telah memperbarui kebijakan fitur AI-nya, Athlete Intelligence, sehingga pengguna premium tidak lagi dapat memilih untuk menonaktifkannya. Fitur berbasis generative AI ini menganalisis data aktivitas olahraga pengguna, termasuk informasi kesehatan dan lokasi, untuk menghasilkan rangkuman dan wawasan performa. Sebelumnya, ketika masih dalam tahap beta pada 2024, pengguna dapat keluar dari fitur tersebut melalui tombol 'Leave the beta'. Namun, setelah keluar dari beta, Strava menghapus opsi pengecualian tersebut dan mengintegrasikan fitur ini sebagai bagian dari layanan reguler.

Athlete Intelligence mendukung berbagai aktivitas seperti lari, bersepeda, hiking, dan berjalan kaki. Sistem dapat mempertimbangkan data aktivitas hingga 30 hari sebelumnya untuk menghasilkan insight yang lebih personal, seperti kecepatan, detak jantung, dan zona pace. Pengguna masih dapat memberikan umpan balik melalui opsi 'Give feedback' jika mereka merasa rangkuman AI tidak akurat atau tidak membantu.

Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai privasi dan kontrol pengguna atas data pribadi mereka. Strava menegaskan bahwa hasil analisis hanya dapat dilihat oleh pemilik akun dan saat ini fitur tersebut hanya tersedia melalui aplikasi seluler, bukan situs web. Pengguna yang tidak nyaman dengan analisis AI diharapkan memberikan umpan balik langsung kepada Strava.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait