Studi Ungkap Rahasia Selandia Baru Tekan Angka Perokok, Ada Peran Vape
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi yang diterbitkan The Lancet menunjukkan prevalensi merokok orang dewasa di Selandia Baru turun signifikan sejak 2018. Sebelumnya, laju penurunannya rata-rata 3,5 persen per tahun. Namun, pada periode 2018-2023, laju penurunan melonjak hingga 17,9 persen per tahun. Para peneliti, termasuk Profesor Emeritus Universitas Auckland Robert Beaglehole dan Ruth Bonita, menemukan bahwa adopsi penggunaan rokok elektronik (vape) yang lebih luas sejak 2019 menjadi salah satu faktor pemicu penurunan cepat ini. Studi ini menekankan peran penting kebijakan pengendalian tembakau dan pendekatan tobacco harm reduction (THR) dalam mengurangi prevalensi merokok.
Bagikan
Berita terkait
Terbongkar Lab Vape Narkoba Usai 5 WN Malaysia Ditangkap di Soetta
Detik.com · 30 September 2026 pukul 08.37
Arahan Prabowo saat Panggil BNN hingga BRIN ke Istana
kumparan · 30 September 2026 pukul 06.48
Jejak 5 Kg Etomidate hingga Lab Vape Ditemukan di Jakut
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 00.47
Riset BRIN: Pengguna Vape Tembus 4 Juta, Picu Masalah Diabetes-Pankreas
kumparan · 29 September 2026 pukul 18.18