Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi Ungkap TikTok Dapat Pengaruhi Pola Makan Remaja, Orang Tua Bisa Membatasi Dampaknya

Studi terbaru mengungkapkan bahwa konten makanan di TikTok secara signifikan memengaruhi pola makan remaja usia 15 hingga 16 tahun. Platform ini tidak hanya memicu keinginan makan, tetapi juga mendorong remaja untuk mencoba makanan baru dan meniru pola makan influencer. Konten seperti makanan viral, iklan, resep, dan ulasan restoran muncul di halaman For You, di mana algoritmanya dapat memengaruhi persepsi remaja tentang kesehatan makanan tertentu. Beberapa peserta mengaku mengubah kebiasaan makan mereka setelah melihat influencer bertubuh berotot yang mempromosikan pola makan tertentu. Konten yang disajikan secara visual menarik dan dilengkapi komentar positif justru memperkuat keinginan untuk mencoba makanan tersebut.

Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan orang tua dapat membantu membatasi dampak negatif dari konten makanan di TikTok. Saat ini, sebagian besar orang tua masih sedikit terlibat dalam penggunaan TikTok oleh anak-anaknya. Namun, ketika orang tua ikut berdiskusi dan memberikan penjelasan tentang perbedaan gaya hidup influencer, remaja dapat menjadi lebih kritis terhadap konten yang mereka lihat. Aktivitas seperti makan bersama keluarga atau menghabiskan waktu bersama orang tua juga dapat mengurangi paparan terhadap konten makanan yang tidak sehat.

Studi ini berskala kecil dan bersifat eksploratif, melibatkan 25 remaja. Hasilnya menunjukkan pentingnya pengawasan orang tua dan kesadaran kritis terhadap konten digital, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan kebiasaan makan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait