Survei IPO Ungkap 63 Persen Publik Puas Kinerja Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386433/original/064295900_1761008005-8.jpg)
Survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 27 Juli–3 Agustus 2026 menunjukkan 63 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto (57% puas, 6% sangat puas), sementara 35 persen tidak puas (30% tidak puas, 5% sangat tidak puas) dan 2 persen netral. Survei melibatkan 1.200 responden dengan multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error ±2,9 persen. Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai tingkat kepuasan stabil dan didominasi sisi positif.
Faktor utama persepsi positif adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) 15,7 persen, pemberantasan korupsi 12,5 persen, bantuan sosial 11 persen, manfaat program terasa langsung 7,2 persen, kepemimpinan tegas 5,8 persen, tangguh menghadapi krisis 4 persen, ekonomi membaik 3,8 persen, dan kepedulian rakyat 3,5 persen.
Presiden Prabowo mengklaim prestasi nyata seperti pembangunan sekitar 2.500 jembatan desa dan alokasi dana desa Rp1 miliar per desa per tahun selama 10 tahun. Ia menegaskan fokus menyelesaikan masalah hari ini tanpa mencari kambing hitam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 09.00
Presiden Prabowo Bilang Kinerja Pemerintah Oke, Gerindra: Bukan Klaim Sepihak
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.38
Survei FSP BUMN Bersatu: 81,3 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo Subianto
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 15.48
Rayakan HUT Ke-1, PRI Sumbang 800 Ambulans ke Seluruh Indonesia
Berita terkait
Aspirasi Indonesia Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo Menuju Indonesia Emas 2045
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.37
Keluarga Klarifikasi Pekerjaan Susannah, Bukan Buruh Pengupas Bawang Berupah 700 Ribu!
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.00
Pidato Kenegaraan Prabowo Dinilai Konkrit Tunjukkan Arah Pemerintahan
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 05.14
Media Internasional Soroti Pengakuan Prabowo yang Belum Penuhi Janji-Janji Politiknya
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.20