Survei Poltracking: Kepuasan Publik soal Penyerapan Aspirasi di DPR 33,9 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Survei Nasional Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan 1.220 responden menunjukkan hanya 33,9 persen publik yang puas terhadap penyerapan aspirasi di DPR. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR menyampaikan bahwa angka rendah ini menjadi catatan serius bagi DPR untuk memperbaiki fungsi representasi dan penyaluran suara masyarakat. Selain itu, kepuasan terhadap fungsi penyusunan undang-undang hanya mencapai 39 persen, pengawasan 39,4 persen, dan perumusan anggaran 36 persen.
Masalah keterwakilan masyarakat oleh partai politik juga menjadi perhatian. Survei mengungkapkan 47,2 persen publik merasa tidak terwakili, sementara hanya 29,9 persen yang merasa terwakili. Hanta menekankan bahwa partai politik dan DPR seharusnya menjadi saluran utama untuk mengartikulasikan kepentingan masyarakat. Jika fungsi ini tidak berjalan, aspirasi berpotensi beralih ke ranah ekstra parlementer.
Metodologi survei menggunakan pendekatan stratified multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil ini menegaskan perlunya reformasi institusional agar DPR lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 13.36
Analisis Poltracking: 5 Faktor Pemicu Penurunan Tingkat Kepuasan Prabowo-Gibran
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.30
Henri Subiakto: Gibran Pendorong Prabowo Terpilih Presiden, tapi Sekarang Keadaan Berubah
Berita terkait
Poltracking: Popularitas MBG Capai 93,9 Persen, Tapi 49,2 Persen Publik Belum Puas
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.36
Menkopolkam Sebut Sejumlah Orang Ditangkap Jelang Demo di DPR
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.20
Polisi Tangkap 65 Orang Jelang Penyampaian Aspirasi, Sita Airsoft Gun-Molotov
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 11.45
Rakyat Mulai Lelah? Kepuasan terhadap Prabowo-Gibran Turun Tajam Sisa...
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 09.40