Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Tak Hanya Kapal Selam, Indonesia Juga Harus Bangun Sistem Deteksi Bawah Laut

Pembangunan kekuatan pertahanan maritim Indonesia memasuki fase krusial dengan pelaksanaan Optimum Essential Force (OEF) 2025–2029. Agenda utama adalah penguatan kemampuan bawah laut TNI Angkatan Laut melalui modernisasi dan penambahan armada kapal selam, sekaligus membangun sistem deteksi bawah laut yang mendukung operasi kapal selam secara efektif. Diskusi dalam talk show Marapi Consulting & Advisory pada 7 September 2026 menekankan bahwa penguatan tidak hanya melalui pembelian kapal selam baru, tetapi juga evaluasi armada, teknologi propulsi, karakteristik lingkungan operasi, dan kemandirian industri pertahanan nasional.

Para pakar termasuk Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate, Novan Iman Santosa, dan Alman Helvas Ali menegaskan bahwa akuisisi kapal selam harus bagian dari arsitektur kemampuan bawah laut yang utuh. Arsitektur tersebut harus mencakup kesiapan armada, teknologi propulsi, sistem sensor dan deteksi, dukungan operasi, pemeliharaan, sumber daya manusia, hingga penguatan industri pertahanan nasional.

Upaya ini bertujuan memastikan kapal selam Indonesia dapat beroperasi secara optimal di lingkungan maritim yang kompleks, sambil membangun kemandirian teknologi pertahanan dalam negeri.

Berita terkait