Tak Lagi Jual Biji Mentah, Petani di Kintamani Mulai Olah Kopi Sangrai Mandiri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani kopi di Desa Pengejaran, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, mulai mengolah hasil panen mereka secara mandiri menjadi kopi sangrai dan kopi bubuk berkualitas premium. Sebelumnya, petani hanya menjual biji mentah (green bean) dengan marjin rendah. Lompatan ini didukung oleh pemberian satu unit mesin penyangrai modern dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumber Wana. Mesin tersebut dilengkapi dengan kontrol presisi seperti termo drum digital, termo beans digital, speed control, dan sistem pendingin, memungkinkan petani mengatur tingkat kematangan kopi sesuai pasar. Tujuannya agar nilai tambah dari industri kopi tidak lagi dinikmati pihak luar, tetapi tetap berada di desa dan dirasakan langsung oleh warga.
Bagikan
Berita terkait
Dialog Bareng Bupati, Urusan Petani-Peternak Banyuwangi Langsung Didengar
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.12
Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi untuk Mendukung Hilirisasi Energi
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.44
Video: Inovasi Bikin Benih Sayur Tahan Hama-Cuaca Ekstrem, Petani Cuan
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 13.00
Bos Indodax Ingatkan Regulasi Kripto Jangan Bunuh Inovasi
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 22.11