Tangis Keluarga Pecah Saat Pencarian Lima Jurnalis Dihentikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351245/original/004454500_1789647193-104539.jpg)
Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda pada 7 September 2026 resmi dihentikan setelah 10 hari dilakukan pencarian. Keputusan ini disampaikan di Posko SAR Nasional di Carita, Pandeglang, Kamis 17 September 2026, dan disambut dengan tangis oleh keluarga para korban yang telah menanti kepastian selama sepuluh hari. Berdasarkan evaluasi Tim SAR Gabungan, tidak ditemukan jejak pun dari kapal cepat tersebut meski pencarian melibatkan Basarnas Banten, Lampung, hingga Bengkulu, serta Poda Bengkulu yang membantu mengidentifikasi temuan jenazah di Pulau Enggano. Operasi SAR sebenarnya seharusnya ditutup sejak hari ketujuh, namun diperpanjang tiga hari berdasarkan permintaan keluarga korban dan Pemprov Banten. Hingga kini, hasil uji DNA dari temuan di Pulau Enggano belum dikeluarkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 18.32
Tim SAR Resmi Hentikan Pencarian Jurnalis dan Awak Kapal di Selat Sunda
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 19.23
SAR hari kedelapan masih nihil meski sempat jangkau 500 meter dari GAK
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.47
FOTO: 10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Disetop
JawaPos · 17 September 2026 pukul 21.30
Tak Temukan Tanda, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Hilang Kontak
Berita terkait
Doa Seorang Ayah di Ujung Dermaga, Menanti Bagus Pulang
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 21.05
Hari Kedelapan Pencarian Jurnalis, Tim SAR Fokus Sisir Lokasi Penemuan Barang
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 09.21
Operasi SAR Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Diperpanjang
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.45
FOTO: Hari Ketujuh Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 16.36