Tantangan Hidup di Australia dengan Beasiswa Saat Biaya Hidup Makin Mahal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Biaya hidup di Australia naik 3,7-4,7% (ABS, Juni 2026), menimbulkan tekanan finansial bagi mahasiswa Indonesia beasiswa. Penerima LPDP seperti Rahma (PhD, Queensland) harus menyesuaikan biaya sewa rumah dari AU$620 ke AU$400 per minggu setelah kenaikan harga. Ia mengutamakan pengeluaran untuk tempat tinggal, suami bekerja kebersihan, dan mengharapkan bantuan keluarga. Anjana (AAS, Melbourne) menerima AU$1.389 setiap dua minggu untuk diri sendiri, tidak ada tunjangan untuk suami dan anak. Mereka mengeluarkan Rp120 juta untuk asuransi kesehatan dan bekerja paruh waktu. Sebagian besar pengeluaran untuk sewa, makanan, dan asuransi. Desgia (LPDP, Melbourne) secara sadar hidup sederhana, memasak sendiri, dan memanfaatkan fasilitas kampus gratis. Ia mengadvokasi dukungan kesehatan mental bagi mahasiswa internasional yang merasa tekanan untuk selalu berhasil.
Bagikan
- biaya-hidup-australia
- beasiswa-lpdp
- beasiswa-australia-awards
- mahasiswa-internasional
- kewangan-mahasiswa
Berita terkait
Aturan Visa Australia Diperketat, Mahasiswa Internasional Akan Dilarang Membawa Keluarga
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 23.44
Visa Australia Diperketat, Mahasiswa Internasional Dilarang Bawa Keluarga
Detik.com · 16 September 2026 pukul 17.28
Kemendikdasmen Tambah Hadiah Siswa Berprestasi Nasional, Bisa Dapat Beasiswa LPDP
JawaPos · 7 September 2026 pukul 15.30
Kisah Cut Aura Maghfirah Putri Menembus SNU Korea Selatan
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 13.26