Teknologi Photobiomodulasi Mulai Dikembangkan untuk Perawatan Kulit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Teknologi photobiomodulasi (PBM) mulai dikembangkan untuk perawatan kulit di Indonesia melalui peluncuran Celluma ELITE Series 2 dan Celluma NOVA oleh PT Redo Marketing Indonesia, distributor Celluma di Indonesia. Peluncuran ini dilakukan pada Aruna International Summit 2026 di Jakarta pada 4 September 2026 dengan tema "Beyond Borders, Beneath the Skin: Global Aesthetics for Skin of All Color". PBM menggunakan energi cahaya untuk perawatan kulit dan estetika, dikembangkan dari penelitian photobiostimulation NASA yang awalnya untuk kebutuhan astronaut.
Perangkat Celluma mendapatkan FDA Clearance untuk lima indikasi: acne, anti-aging, hair regrowth, body contouring, dan pain management, serta Medical CE Mark. Teknologi ini didukung sekitar 15 tahun penelitian klinis dan telah digunakan di hampir 100 negara dengan lebih dari 35.000 perangkat serta lebih dari 60 penghargaan industri.
Dokter Feilicia Henrica dari Celluma Indonesia Clinical Advisory Board menekankan pentingnya memahami mekanisme PBM di tingkat sel, termasuk mitochondrial signaling, cellular metabolism, inflammation, dan tissue repair. Dokter Ruri Diah Pamela menyatakan pergeseran fokus perawatan kulit dari permukaan ke tingkat sel, sejalan dengan tren longevity. Dr. M Akbar Wedyadhana menekankan perlunya bukti ilmiah, etika, dan keselamatan pasien dalam pengembangan teknologi estetika.
Bagikan
Berita terkait
5 Manfaat Cokelat Hitam untuk Kulit yang Bikin Kaget
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 05.18
Menjaga Kesehatan dari Rumah, Dokter Tekankan Pentingnya Air Bersih
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 20.45
Ini Waktu Terbaik Mulai Perawatan Anti Aging, Jangan Tunggu Kerutan Muncul!
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.56
Kolagen Alami Menurun Seiring Usia, Ini Cara Menjaga Kulit Tetap Kencang dan Elastis
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 20.25