Tentang KRI Sriwijaya-100, Kapal Induk Pertama Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

TNI AL resmi memperkenalkan KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama Indonesia pada Kamis (24/9/2026) di Pelabuhan Tanjung Priok. Kapal ini merupakan hibah dari Angkatan Laut Italia yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi. Nama Sriwijaya dipilih untuk merepresentasikan kejayaan sejarah kemaritiman Nusantara dan simbol kekuatan bangsa kepulauan.
Kapal dengan bobot 13.850 ton ini memiliki panjang 180,2 meter dan dek penerbangan 173,8 meter. Ditenagai sistem COGAG dengan empat turbin gas, KRI Sriwijaya-100 mampu mencapai kecepatan maksimal 30 knot dengan jangkauan 7.000 mil laut. Sistem pertahanannya mencakup peluncur Albatros untuk rudal Aspide, tiga senjata DARDO, dan meriam Breda 40/70.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 13.50
Sah! Kapal Induk Garibaldi Resmi Ganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya-100
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.48
Kapal Induk Garibaldi Resmi Ganti Nama Jadi KRI Sriwijaya-100
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 13.54
KSAL Italia Temui Prabowo di Istana
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 09.13
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya
Berita terkait
KSAL Sebut Kapal Induk Garibaldi Akan Jadi KRI Sriwijaya 24 September
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 16.05
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ganti Nama Pekan Depan, Jadi KRI Sriwijaya-100
JawaPos · 18 September 2026 pukul 14.00
Media China-AS Sorot Kapal Induk Perang Pertama RI Giuseppe GaribaldI
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 13.05
Kapal Induk Pertama RI Tiba di Priok, Ini Rekam Jejak Tempur Garibaldi
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 09.00