Terbongkar! Ini Biang Kerok Rusak Rem Bus, Bikin Kecelakaan-Bawa Maut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rentetan kecelakaan bus di Indonesia, termasuk Bus ALS di Sumatra Selatan dan Chaya Trans di Jawa Tengah, kembali menyoroti keselamatan transportasi darat. Keselamatan bus tidak hanya ditentukan oleh mesin atau sasis, tetapi juga proses pembangunan bodi, pemasangan bodi di atas sasis, sistem kelistrikan, distribusi beban, hingga pemeriksaan kendaraan sebelum diserahkan ke pelanggan. Menurut Body Maker Department Head HMSI Heri Komala, sasis yang tangguh baru setengah jadi; tanpa bodi dan pemasangan yang baik, risiko dari sisi keselamatan dan keandalan meningkat. Aspek teknis yang harus diperhatikan meliputi desain dan distribusi beban, pengelasan, pemasangan U-bolt atau bracket mounting, serta instalasi kelistrikan. Kesalahan dalam proses pemasangan bodi dapat memengaruhi komponen kendaraan. Contohnya, percikan las yang mengenai selang angin dapat mengganggu sistem pengereman. Selain standardisasi proses pembangunan bodi, industri mendorong digitalisasi Pre-Delivery Inspection (PDI). Sebelumnya pemeriksaan menggunakan check sheet berbasis kertas, kini menggunakan aplikasi agar format pemeriksaan seragam dan data tersimpan digital. Digitalisasi dilakukan karena ditemukan perbedaan cara pemeriksaan di berbagai karoseri, sehingga standar dan metode pemeriksaan kini diseragamkan.
Bagikan
Berita terkait
Foto: Bus Asal Polandia Terguling di Hungaria, 12 Orang Tewas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 22.08
Kecelakaan Maut Bus Terguling di Jalan Tol, 12 Orang Tewas
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.00
Hino Tingkatkan Standar Karoseri Lewat Digitalisasi, Pelanggan Jadi Prioritas
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 14.47
Isuzu Traga Tampil Beda di GIIAS 2026, Kini Jadi Salon Berjalan
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.54