Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40% Kebutuhan LPG Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Terminal LPG Tanjung Sekong adalah infrastruktur vital Pertamina yang memasok sekitar 35-40% kebutuhan LPG nasional. Berdiri di atas lahan 12,9 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton dengan tiga dermaga berkapasitas hingga 65.000 DWT dan throughput lebih dari 200.000 metrik ton per bulan. Melayani distribusi ke 63 kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan, terminal ini beroperasi 24 jam untuk menjaga pasokan energi tetap tersedia.
Pertamina meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi rantai pasok, termasuk pemantauan stok secara real-time dan optimalisasi waktu sandar kapal. Fokus pada budaya keselamatan, penerapan HSSE, dan inisiatif dekarbonisasi juga dijalankan untuk mendukung operasi yang lebih berkelanjutan.
Terminal ini merupakan Objek Vital Nasional yang kritis bagi rumah tangga, UMKM, dan industri. Komisaris Utama Pertamina menekankan keandalan pasokan LPG sebagai kebutuhan dasar masyarakat, dan terminal ini terus dikembangkan sebagai tulang punggung distribusi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 21.13
Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40% Kebutuhan LPG Nasional
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.45
Pertamina Andalkan Terminal Tanjung Sekong Jaga Pasokan LPG Nasional
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 19.55
Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 17.15
PHE ONWJ Selesaikan 3 Jalur Pipa Bawah Laut Sepanjang 21,24 Kilometer
Berita terkait
Wadirut Pertamina Ungkap Jurus Dukung Ketahanan Energi Nasional
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.36
Pertamina Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM-LPG NTT
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 07.36
Pertamina Percepat Pemulihan Suplai BBM dan LPG di Flores
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 19.53
Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 19.00