Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Terpilihnya Nakhoda Baru Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) memilih KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Keputusan ini diambil melalui musyawarah anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Senin, 31 Agustus 2026, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Gus Kikin meraih 472 suara dari lima calon, unggul di atas KH Zulfa Mustofa (262 suara), KH Abdussalam Sochib (261 suara), KH Yahya Cholil Staquf (258 suara), dan KH Abdul Ghofar Rozin (155 suara). Sebagai keturunan KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU, Gus Kikin membawa pengalaman sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng sejak 2020 dan latar belakang kuat dalam pengembangan pesantren serta kajian kitab klasik.

Muktamar ke-35 NU yang diikuti lebih dari 3.000 peserta dari 38 PWNU, 523 PCNU, dan 33 PCINU, juga mengesahkan perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Sistem one man one vote diganti dengan sistem yang melibatkan AHWA dan persetujuan Rais Aam, memperkuat posisi Syuriyah sebagai pemegang kepemimpinan tertinggi. KH Miftachul Akhyar terpilih kembali sebagai Rais Aam. Gus Kikin menargetkan penyusunan struktur kepengurusan baru selesai dalam waktu satu bulan dan menegaskan komitmen NU tetap sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, tidak untuk berpolitik, meski tetap berkoordinasi dengan pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto hadir dalam penutupan Muktamar dan menerima Kartu Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNU) sebagai anggota seumur hidup. Kehadirannya dihadiri oleh Gus Ipul sebagai Ketua Organizing Committee. Haedar Nashir dari PP Muhammadiyah menyampaikan dukungan dan harapan agar kepengurusan baru PBNU dapat menjalankan amanah serta memperkuat kerja sama dengan seluruh organisasi keagamaan dan kemasyarakatan demi kemaslahatan bangsa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait