Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Thailand selatan catat lebih dari 50 ledakan, serangan dalam satu hari

Komando Keamangan Dalam Negeri Thailand melaporkan lebih dari 50 serangan, termasuk ledakan, pembakaran, dan vandalisme, yang terjadi dalam satu hari di 21 distrik di tiga provinsi selatan Thailand: Narathiwat, Yala, dan Pattani. Serangan ini dimulai pada Sabtu, 22 Agustus, pukul 20.00 waktu setempat dan bertarget pada institusi pemerintah serta fasilitas publik. Dua orang terluka akibat kejadian ini. Pemerintah telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di wilayah yang terdampak dan mendorong warga untuk tidak bepergian serta menghindari lokasi yang ramai.

Para pengamat menilai serangan ini merupakan upaya kelompok separatis untuk memperkuat posisinya menjelang perundingan baru dengan pemerintah pusat terkait rekonsiliasi nasional dan otonomi. Wilayah selatan Thailand ini dulunya merupakan bagian dari Kesultanan Pattani, yang pernah berada di bawah pengaruh Kerajaan Siam dan koloni Inggris. Pada awal abad ke-20, wilayah ini digabungkan ke dalam Thailand dan sejak sa itu, gerakan separatis yang didominasi oleh etnis Melayu dan beragama Islam telah beberapa kali muncul dan bertarung melawan pemerintah pusat di Bangkok.

Konflik di wilayah ini telah berlanjut selama lebih dari satu abad, mencerminkan ketegangan yang dalam antara pemerintah pusat dan kelompok yang mendesak hak-hak otonomi atau kemerdekaan. Serangan terbarni ini menandakan eskalasi kekerasan di wilayah yang sensitif ini.

Berita terkait