Tim SAR masih dalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim SAR gabungan masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau untuk memastikan apakah benda tersebut berkaitan dengan lima jurnalis yang hilang kontak bersama awak kapalnya. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa identifikasi pelampung sedang dilakukan secara bersama dengan Polda termasuk Polairud, namun belum dapat memastikan keterkaitannya dengan kapal atau orang yang hilang. Ia meminta masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim gabungan. Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan bahwa satu pelampung ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten saat proses pencarian pada hari ketiga di perairan Cikoneng-Labuan, dekat Anyer, Banten. Namun, pihak TNI AL juga belum dapat memastikan apakah pelampung tersebut milik salah satu dari lima jurnalis yang hilang. Hingga kini, pemeriksaan masih berlangsung untuk mengidentifikasi asal-usul dan kepemilikan pelampung yang ditemukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.44
Hari Keempat Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Area Penyisiran
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 10.10
Hari ke-4 Pencarian 5 Jurnalis Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian di Selat Sunda
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 05.17
5 Jurnalis Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Berusaha Masuk ke Areal Rawan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.45
Basarnas Kerahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Berita terkait
Tim SAR Gunakan Drone Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.05
Tangis Histeris Istri Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau: Tolong Pak...
Detik.com · 10 September 2026 pukul 11.13
ANTARA terus ikuti operasi gabungan Banten-Lampung cari pewarta foto hilang kontak
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 18.54
Arus Mengarah Barat Daya, Tim SAR Fokus Cari 5 Jurnalis Hilang di Pesisir Lampung
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 17.22