Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

TNI AL soal Latihan Pelayaran RI-China di Pantai Taiwan: Bukan Latihan Perang

TNI AL menegaskan bahwa rencana latihan pelayaran bersama militer China di lepas pantai timur Taiwan bukan latihan perang (war fighting), melainkan passing exercise — tradisi navy universal saat melintas perairan negara lain. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama diplomatik maritim dan goodwill engagement yang melekat pada kapal perang, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Sebelumnya, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 baru saja menyelesaikan latihan bersama ORRUDA 2026 dengan Angkatan Laut Rusia di Vladivostok pada 24–28 Juli 2026, dan dalam perjalanan pulang akan melaksanakan passing exercise dengan negara-negara yang dilewati.

Kementerian Pertahanan China mengumumkan pada 11 Agustus 2026 bahwa satu kapal perang China dan fregat Indonesia akan melakukan latihan pelayaran di timur Taiwan pertengahan Agustus untuk meningkatkan kemampuan operasional gabungan dan menjaga perdamaian regional. Pemerintah Taiwan melalui Dewan Urusan Daratan mengutuk keras rencana ini, menilainya sebagai provokasi militer CCP yang menciptakan kesan palsu yurisdiksi China atas perairan tersebut dan melanggar kedaulatan serta hak maritim Taiwan. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, klaim yang ditolak Taiwan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait