Trauma Gempa Flores, 50 KK di Selayar masih Bertahan di Perbukitan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih memilih bertahan di lokasi pengungsian kawasan perbukitan. Warga mengalami trauma mendalam akibat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang getarannya terasa kuat sekaligus mengingatkan mereka pada bencana serupa berkekuatan M7,4 pada Desember 2021 lalu. Sebagian warga beraktivitas di rumah pada siang hari, namun kembali mengungsi sejauh tujuh kilometer saat malam hari guna menghindari potensi gempa susulan.
BPBD Kepulauan Selayar mencatat sebanyak 13 rumah mengalami kerusakan fisik, meliputi sembilan rumah rusak ringan dan empat rumah rusak sedang. Selain kerusakan bangunan dan beberapa perahu nelayan yang terseret air laut di Pasilambena, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di Kabupaten Selayar. Di sisi lain, gempa bumi ini turut menimbulkan korban jiwa serta kerusakan ratusan bangunan di wilayah Flores, yang kini tengah mendapatkan penanganan logistik dan pendampingan trauma healing dari tim gabungan.
Bagikan
Berita terkait
BUMN Penjaminan Salurkan Bantuan Awal untuk Korban Gempa Flores
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 22.07
Pertamina Salurkan Bantuan buat Percepat Pemulihan Warga Flores Pascagempa
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 22.00
Wali Kota dan Wawali Kupang Kenakan Busana Adat Flores di HUT ke-81 RI, Simbol Solidaritas Gempa
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.50
Dirut Pertamina Salurkan Bantuan & Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Flores
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.10