Trump Menang! G7 Akhirnya Rela Lepas 100 Juta Barel Cadangan Solar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Negara-negara anggota G7, termasuk AS, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Kanada, dan Inggris, sepakat mengeluarkan 100 juta barel cadangan minyak untuk menurunkan harga diesel yang mencapai rekor tinggi. Langkah ini dilakukan setelah tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar negara-negara Eropa membuka cadawan bahan bakarnya. Pelepasan cadangan akan berlangsung selama empat bulan, dengan sebagian besar pasokan dikeluarkan pada 20 hari pertama melalui koordinasi Badan Energi Internasional (IEA). Pada Jumat, harga rata-rata diesel di AS mencapai US$6,37 per galon. G7 juga sepakat menahan diri dari pembatasan ekspor energi untuk menghindari ketegangan pasar yang lebih lanjut. Langkah ini penting bagi Trump yang menghadapi tekanan politik menjelang pemilihan paruh waktu pada November. Sebelumnya, rencana AS untuk membatasi ekspor diesel mendapat penolakan dari industri dan khawatir menaikkan harga bensin domestik. Uni Eropa sangat bergantung pada impor diesel AS, dengan sekitar setengah impor pada Agustus berasal dari AS. Komisaris Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic menyatakan kepedulian untuk bekerja sama menurunkan harga energi. IEA sebelumnya telah mengatur pelepasan 400 juta barel pada Maret untuk mengatasi gangguan pasokan akibat perang Iran dan konflik di Timur Tengah.
Bagikan
Berita terkait
Trump Ultimatum Jerman dan Prancis, Eropa Terancam "Kiamat" Energi
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 21.30
Cadangan Minyak Darurat AS Ambles ke Level Terendah Sejak 1982, Alarm Bahaya Menyala?
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 07.41
Diperintah Trump Hentikan Serangan ke Kilang Rusia, Zelensky 'Berani' Beri Syarat
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 23.20
Trump Peringatkan Ukraina: Jangan Serang Rusia, Dunia Bisa Dirugikan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.11