Ubah Batu Bara Jadi Bensin Butuh Investasi Besar, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia sedang merencanakan pengembangan bensin dari batu bara, namun proyek ini membutuhkan investasi besar. Menurut Sudirman Widhy dari Perhapi, teknologi untuk mengubah batu bara menjadi bensin sudah tersedia dan terbukti beroperasi di Afrika Selatan melalui perusahaan Sasol dengan proses Coal to Liquid (CTL). Prosesnya dimulai dengan mengubah batu bara menjadi syngas (karbon monoksida dan hidrogen), kemudian menjadi methanol, dan terakhir menjadi produk seperti DME atau bensin. Namun, tantangan utama adalah biaya investasi dan produksi yang tinggi. Contoh nyata, Air Products dari Amerika Serikat mundur dari proyek pembuatan DME dari batu bara karena alasan ekonomi. Prabowo menyatakan bahwa pengembangan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri merupakan hasil riset akademisi, mirip dengan pembuatan solar dan bensin dari kelapa sawit. Keberhasilan program B50 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghasilkan solar secara mandiri sejak 1 Juli 2026, mengurangi ketergantungan pada impor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 08.45
Olah Bensin dari Batu Bara, Bahlil Lahadalia Cari Teknologi yang Cocok
Detik.com · 22 September 2026 pukul 08.30
Bisakah Bensin Dibuat dari Batu Bara Sesuai Keinginan Prabowo?
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 04.27
China Tawarkan Kerja Sama, Prabowo Kini Bidik Bensin dari Batu Bara Usai B50
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.57
Prabowo Mau Bikin Bensin dari Batu Bara, Bahlil: Perusahaan China Sudah Antre Kerja Sama
Berita terkait
Bukan Soal Teknologi, Batu Bara Jadi Bensin Akan Terbentur Keekonomian
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.50
Bahlil Jelaskan Rencana Produksi Bensin dari Batu Bara Kalori Rendah
JawaPos · 21 September 2026 pukul 17.31
Bahlil Jelaskan Rencana Prooduksi Bensin dari Batu Bara Kalori Rendah
JawaPos · 21 September 2026 pukul 16.30
Bahlil Sebut Ada Beberapa Investor Mulai Tawarkan Hilirisasi Batu Bara Jadi Bensin
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 13.15