Ubah Kemarau Jadi Harapan, Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Musim kemarau menjadi ancaman serius bagi petani di Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah. Keterbatasan air menyebabkan sebagian besar lahan pertanian tidak dapat ditanami, sehingga hasil panen dan pendapatan petani menurun drastis. Khairul Huda, seorang petani yang mengelola lahan seluas empat hektare, mengungkapkan bahwa saat kemarau hanya sekitar 20 persen lahan yang bisa ditanami akibat tidak adanya akses irigasi, dan selama enam bulan berikutnya petani mengalami kerugian karena tidak bisa bercocok tanam.
Menghadapi tantangan tersebut, Khairul bersama puluhan petani lainnya mengambil inisiatif membentuk kelompok tani bernama Ngudi Makmur. Pembentukan kelompok tani ini merupakan upaya kolektif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, terutama keterbatasan air di musim kemarau. Pertamina hadir memberikan pendampingan kepada para petani ini agar dapat bangkit dan mengubah musim kemarau yang selama ini menjadi momok menjadi momentum harapan baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 11.01
Mengubah Kemarau Menjadi Harapan, Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit dan Lebih Sejahtera
Berita terkait
156 Waduk di Gresik Mengering, Petani Terancam Kesulitan Air untuk Musim Tanam Ketiga
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.40
Prabowo Ajak Petani Ngawi ikut Sidang Tahunan MPR: Mereka Pahlawan Bangsa
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.58
Video: Inovasi Bikin Benih Sayur Tahan Hama-Cuaca Ekstrem, Petani Cuan
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 13.00
Traktor Listrik Mulai Dipakai Petani di Bali, Pengolahan Lahan Lebih Cepat
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 09.22