Ubah Kemarau Jadi Harapan, Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Musim kemarau menjadi ancaman serius bagi petani di Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah. Keterbatasan air menyebabkan sebagian besar lahan pertanian tidak dapat ditanami, sehingga hasil panen dan pendapatan petani menurun drastis. Khairul Huda, seorang petani yang mengelola lahan seluas empat hektare, mengungkapkan bahwa saat kemarau hanya sekitar 20 persen lahan yang bisa ditanami akibat tidak adanya akses irigasi, dan selama enam bulan berikutnya petani mengalami kerugian karena tidak bisa bercocok tanam.
Menghadapi tantangan tersebut, Khairul bersama puluhan petani lainnya mengambil inisiatif membentuk kelompok tani bernama Ngudi Makmur. Pembentukan kelompok tani ini merupakan upaya kolektif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, terutama keterbatasan air di musim kemarau. Pertamina hadir memberikan pendampingan kepada para petani ini agar dapat bangkit dan mengubah musim kemarau yang selama ini menjadi momok menjadi momentum harapan baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 11.36
Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit dan Lebih Sejahtera
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 11.01
Mengubah Kemarau Menjadi Harapan, Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit dan Lebih Sejahtera
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.35
Petani Didorong Genjot Produksi, Pemerintah Harus Pastikan Pasar Tersedia
Berita terkait
Petani Indramayu Apresiasi Mentan yang Respons Keluhan di Lapangan
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.25
Utusan Khusus Presiden Puji Peran Petani Jaga Ketahanan Pangan RI
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.13
Hari Tani, Harga Pupuk Subsidi Makin Terjangkau
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 03.11
Regenerasi Petani Jadi Sorotan, UIN Jakarta Tekankan 5 Pilar Ekosistem Pertanian
JawaPos · 24 September 2026 pukul 20.00