Ubaya Kembangkan Ekosistem Herbal, Dorong Inovasi Produk Unggulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Universitas Surabaya (Ubaya) mengembangkan ekosistem herbal di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Produk herbal yang berkualitas, inovatif, dan berbasis kearifan lokal dinilai mampu menarik wisatawan serta mendukung ekonomi hijau berbasis potensi setempat. Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek dan berlangsung selama tiga tahun.
Program berjudul "Revitalisasi dan Inovasi Minuman Herbal sebagai Produk Unggulan Daerah Berbasis Kearifan Lokal di Desa Selotapak" diketuai Prof Oeke Yunita, bersama Theresia Desy Askitosari dan Dian Prianka dari Ubaya, serta Angelica Kresnamurti dari Universitas Hang Tuah Surabaya. Kegiatan melibatkan dua mitra: usaha herbal Cendhani sebagai pengolah produk dan kelompok tani Bumi Sejahtera sebagai penyedia bahan baku. Pada 10 Agustus 2026, digelar pelatihan produksi loose leaf herbal, yaitu bahan herbal kering seperti jahe dan temulawak yang diseduh menjadi minuman.
Pelatihan berfokus pada peningkatan kapasitas mitra melalui alih teknologi pengeringan, penepungan, dan pengemasan dengan desain berbasis kearifan lokal. Menurut Oeke, kualitas herbal ditentukan oleh penanganan yang tepat sejak budidaya, panen, pascapanen, hingga pengolahan dan penyimpanan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang meningkatkan perekonomian desa.
Bagikan
Berita terkait
Komunitas Perempuan Bekasi Didorong Kembangkan Ekonomi Hijau
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.38
Pengabdian Masyarakat, FIA UI Dampingi 60 Pelaku UMKM Warung Tradisional di Bekasi
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 18.34
5 Manfaat Pare, Ampuh Mengobati Asam
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 09.09
Ketua DPD RI Dorong Bali Jadi Pelopor Tata Kelola Sampah Berbasis Masyarakat
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 20.42