UNESCO: 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Dilarang Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

UNESCO melaporkan sebanyak 2,4 juta anak perempuan di Afghanistan tidak mendapatkan akses pendidikan menengah selama lima tahun masa pemerintahan baru negara itu. Afghanistan menjadi satu-satunya negara di dunia yang secara resmi melarang anak perempuan dan perempuan dewasa mengenyam pendidikan menengah dan tinggi, dengan larangan kuliah bagi perempuan berlaku sejak 2022. Perempuan juga menghadapi pembatasan ketat dalam hal pekerjaan dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat.
UNESCO memperkirakan pembatasan ini menyebabkan hilangnya total pendapatan rumah tangga sekitar 9,6 miliar dolar AS (sekitar Rp171,3 triliun) akibat penurunan tenaga kerja perempuan. Badan PBB itu juga menilai pengucilan pendidikan yang berkepanjangan berisiko meningkatkan angka pernikahan dini. Krisis pendidikan di Afghanistan tidak hanya menyangkut anak perempuan, lebih dari dua juta anak usia sekolah lainnya juga tidak bersekolah karena berbagai alasan lain. Tingkat literasi negara itu pun sangat rendah, hanya sekitar 37 persen, dengan lebih dari 90 persen anak berusia 10 tahun tidak mampu membaca atau memahami teks sederhana.
UNESCO memperingatkan bahwa pembatasan berkelanjutan terhadap pendidikan anak perempuan akan mengurangi jumlah perempuan yang bekerja di profesi terampil seperti pendidikan dan kesehatan. Hal ini dinilai akan melemahkan modal sumber daya manusia Afghanistan serta kemampuan negara menyediakan layanan dasar bagi penduduknya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.23
Taliban Larang 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Mengenyam Pendidikan
Berita terkait
2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Dilarang Sekolah Sejak Taliban Berkuasa
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.30
HUT ke-81 RI, Dindik Jatim Minta Pelajar Lanjutkan Perjuangan Veteran Lewat Pendidikan
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.03
17.210 Pemilih Pemula di Jakarta Selatan Sudah Perekaman KTP Elektronik
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.00
Kemendikdasmen Catat 253 Sekolah Terdampak Gempa NTT, 3 Murid dan 1 Guru Tewas
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 14.32