Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Uni Eropa Tawarkan Status Anggota Asosiasi Pertama untuk Kanada

Komisi Eropa, dipimpin Presiden Ursula von der Leyen, mengusulkan agar Kanada menjadi anggota asosiasi pertama blok tersebut. Langkah ini diumumkan pada 16 September 2025 di Strasbourg, Prancis, sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis di tengah ketegangan perdagangan Kanada dengan Amerika Serikai. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mendukung langkah ini, sementara Presiden AS Donald Trump menolak gagasan ini dan mengancam akan memberlakukan tarif tinggi terhadap Uni Eropa jika kemitraan ini dilanjutkan. Trump juga pernah mengusulkan agar Kanada menjadi negara bagian AS ke-51, namun usulan ini ditolak oleh pemerintah Kanada.

Perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan Kanada mencapai 130,8 miliar euro (sekitar Rp2.200 triliun) pada tahun 2024, dengan ekspor utama UE meliputi otomotif dan farmasi, sementara Kanada mengekspor minyak mentah dan mineral kritis. Survei terbaru menunjukkan bahwa sekitar 80% warga Kanada mendukung penguatan kerja sama dengan UE, dan 56% merasa Kanada lebih mirip dengan negara-negara Eropa dibandingkan AS. Namun, hambatan utama terletak pada aturan geografis UE yang mengharuskan negara kandidat berada di Eropa, sehingga kemitraan ini diproyeksikan sebagai bentuk aliansi yang unik dan belum pernah ada sebelumnya.

Di sisi lain, oposisi dalam negeri Kanada, termasuk pemimpin Partai Konservatif Pierre Poilievre, menentang keras usulan ini. Beberapa isu terkait juga muncul, termasuk kritik Iran terhadap dukungan Kanada untuk operasi AS di Selat Hormuz, serta kecaman terhadap Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang mengolok-okol anggota kader muda Kanada di media sosial. Selain itu, tekanan dari Trump terhadap UE terus berlanjut, termasuk ancaman akan menaikkan tarif jika kemitraan dengan Kanada dilanjutkan.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait