Urban Farming, Sebuah Inspirasi Kaum Tani Kota di Metropolitan Jakarta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Urban farming di Jakarta tumbuh subur di tengah lahan sempit perkotaan. Di Sunter Jaya, pasutri Sutarno (63) dan Yuliana (63) telah menggeluti urban farming sejak 2008, awalnya dari pengelolaan sampah jadi kompos hingga bertanam di genteng dan tembok. Kini mereka mengelola UMKM 'Utama Composter' dan menyajikan makanan dari tanaman sendiri seperti bakwan daun kelor dan puding daun pegagan. Di Setiabudi, Suryana (56), ketua RT, memanfaatkan atap rumahnya sejak Oktober 2024 untuk menanam sayuran dan memelihara lima ekor domba, menggunakan kotorannya sebagai pupuk. Keggiatannya tidak hanya mengurangi pengeluaran dapur, tetapi juga memberi manfaat spiritual dan ekologis.
Bagikan
Berita terkait
Urban Farming di Bawah Naungan Becakayu: Beton di Atas, Hijau di Bawah
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.47
Polda Metro Kawal Demokrasi, Ajak Aksi di Gedung DPR-Bundaran HI Tertib
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.41
Polri Layani Penyampaian Unjuk Rasa Hari Ini, Jamin Ruang Demokrasi
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.35
Ikut Pramono ke New York, Dirut PAM Jaya Jajaki Investasi untuk Perluas Layanan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.33