Uskup Agung Canterbury Cabut Penghargaan Tokoh Muslim Usai Terbukti Puji Osama bin Laden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Uskup Agung Canterbury, Lambeth Palace, menarik kembali penghargaan rekonsiliasi antariman yang diberikan kepada ulama Muslim Pakistan, Hafiz Muhammad Tahir Mehmood Ashrafi. Penghargaan itu sempat diserahkan oleh Dame Sarah Mullally pada September 2024, bertepatan dengan peringatan 25 tahun serangan 9/11 yang menyebabkan hampir 3.000 orang tewas. Namun, keputusan ini dicabut setelah muncul protes terkait pernyataan masa lalu Ashrafi yang memuji Osama bin Laden sebagai tokoh yang berjuang demi Islam. Dalam pernyataan tahun 2007, Ashrafi juga sempat menyebutkan bakal memberi bin Laden julukan 'Saifullah' atau 'Pedang Allah'.
Ashrafi membela dirinya dalam wawancara dengan BBC, menyatakan bahwa pernyataannya telah disalahartikan dan hanya merespons rasa sakit umat Muslim terhadap pemberian gelar ksatria kepada Salman Rushdie. Namun, kritik juga muncul terkait dukungannya terhadap hukum penistaan agama di Pakistan, yang diperkirakan menjerat sekitar 2.000 orang sejak akhir 1980-an. Human Rights Watch menegaskan bahwa undang-undang tersebut sering disalahgunakan untuk mendiskriminasi minoritas seperti Kristen, Ahmadiyah, dan Muslim Sunni.
Lambeth Palace akhirnya mengumumkan pencabutan penghargaan secara resmi, menyatakan bahwa komentar Ashrafi mengarah pada pertimbangan ulang terhadap penghargaan tersebut.
Bagikan
Berita terkait
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 05.15
NTT Sabet Dua Kali Juara Satu di Pemda Berprestasi, Dapat Insentif Rp 4 Miliar
kumparan · 18 September 2026 pukul 02.30
Tito Apresiasi Pemda Berprestasi, Ada Insentif hingga Rp2 Miliar
kumparan · 18 September 2026 pukul 01.03
Kapolri Minta Penghargaan Kompolnas Awards 2026 Tak Berhenti di Seremoni
Detik.com · 17 September 2026 pukul 22.10