USS Abraham Lincoln 200 Hari Lebih di Laut, Mental Awaknya Bikin Cemas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln telah berada di laut selama lebih dari 240 hari, termasuk lebih dari 200 hari tanpa singgah di pelabuhan, untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah terkait konflik dengan Iran. Pengerahan yang diperpanjang berulang kali ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang kesehatan mental para personel, yang diperkirakan sekitar 5.000 orang. Laporan menunjukkan berbagai masalah di atas kapal, seperti kerusakan sistem air, kendala sanitasi, kekurangan makanan segar, dan terbatasnya akses ke daratan. Kepala CENTCOM Laksamata Brad Cooper menekankan bahwa kesejahteraan personel menjadi prioritas dan mengakui tantangan yang sangat berat dalam situasi ini. Kondisi ini menjadi sorotan di Washington DC, dengan 13 anggota Senat Partai Demokrat menyurati Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta penjelasan. Hegseth menolak laporan tersebut dan menyebutnya sebagai gambaran yang keliru, sementara Presiden Trump menyatakan bahwa durasi pengerahan masih jauh dari cukup lama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 07.28
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.39
Kapal Induk AS Dikerahkan 240 Hari Tanpa Henti, Personel AS Disebut Hadapi Tekanan Berat
Berita terkait
'Kelelahan' 250 Hari di Laut, Kapal Induk Abraham Lincoln AS Akan Mundur dari Perang Iran
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 07.36
Kondisi Mental Awak USS Lincoln: Dulu AS Bantah, Kini Akui
Detik.com · 25 September 2026 pukul 06.44
Militer dan Intelijen AS Akan Kurangi Jumlah Pasukan di Timur Tengah, Ini 6 Alasannya
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 04.40
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bertolak dari Thailand Usai Singgah
Detik.com · 6 September 2026 pukul 18.06