V+Short Diluncurkan di Hong Kong Bukan di Indonesia, Ini Alasannya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

V+ Short, platform video pendek milik MNC Group, resmi diluncurkan di Hong Kong bukan di Indonesia. CEO V+ Short, Clarissa Tanoesoedibjo, menjelaskan bahwa keputusan ini disengaja karena platform ini dirancang sejak awal sebagai lini bisnis berorientasi pasar global. Dengan demikian, V+ Short menjadi produk pertama MNC Digital yang diluncurkan di luar Indonesia. Clarissa menyatakan ambisi V+ Short untuk menjadi aplikasi global sejak hari pertama, sehingga peluncuran di Hong Kong dianggap strategis untuk menarik perhatian pasar internasional. Luncuran ini juga didukung oleh tren perilaku pengguna yang mendukung pertumbuhan industri mikro drama di pasar global.
Sebelumnya, Clarissa juga mengungkapkan bahwa V+ Short berhasil meraih 10 juta pengguna hanya dalam waktu empat bulan sejak peluncingannya. Hal ini menunjukkan adopsi yang pesat terhadap platform ini. Dengan fokus pada konten karya anak bangsa, V+ Short berupaya memperluas jangkauan konten Indonesia ke panggung internasional melalui strategi ekspansi yang dimulai dari pasar luar negeri.
Bagikan
Berita terkait
Ini Alasan Mengapa V+Short Diluncurkan di Hongkong
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 20.49
Kerja Sama Indonesia-Rusia Diperkuat, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 15.50
Kisah Cahyo Subroto, Membangun MrScraper hingga Punya Tim di 5 Kawasan Dunia
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 08.12
Clarissa Tanoesoedibjo Ungkap V+Short Sudah Raih 10 Juta Pengguna Hanya dalam 4 Bulan
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 20.33