Venus Ternyata Punya Wilayah yang Mirip Bumi, NASA Usulkan Eksplorasi dengan Airship
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NASA mengembangkan konsep eksplorasi Venus melalui High Altitude Venus Operational Concept (HAVOC), yang memanfaatkan kondisi atmosfer di ketinggian sekitar 50 kilometer di atas permukaan planet. Di ketinggian tersebut, tekanan dan suhu jauh lebih rendah dan mendekati kondisi di Bumi, berbeda dengan permukaan Venus yang ekstrem dengan suhu sekitar 460 derajat Celsius dan tekanan 90 kali lipat tekanan Bumi. Konsep ini membayangkan penggunaan airship yang mengapung di atmosfer untuk menjelajah, dengan misi yang bisa bertahan sekitar 30 hari. Skenario ambisius bahkan mempertimbangkan keberadaan manusia secara permanen di atmosfer Venus. Perjalanan ke Venus dengan teknologi yang tersedia diperkirakan memakan waktu sekitar 440 hari, termasuk 110 hari menuju planet, 30 hari eksplorasi, dan 300 hari pulang. Namun, asam sulfat di awan Venus tetap menjadi tantangan bagi teknologi dan perlengkapan yang digunakan. NASA menegaskan bahwa HAVOC masih berupa studi konsep internal dan bukan misi nyata yang sedang berlangsung. Venus belum menggantikan Mars sebagai prioritas utama eksplorasi manusia, meski konsep "kota terapung" menunjukkan potensi eksplorasi di langit planet ini. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa Venus masih mengalami aktivitas geologi, bertentangan dengan teori bahwa planet ini sudah tidak aktif.
Bagikan
Berita terkait
Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 16.01
Mampu Buka Tabir Semesta! Keunggulan Teleskop Roman NASA Dibanding JWST dan Hubble
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.00
Lupakan Mars, Venus Justru Bisa Jadi Tujuan Manusia
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 10.15
Mikroba Bumi Berpotensi Bertahan Hidup di Kutub Selatan Bulan
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 12.31