Video:Skema Pupuk Subsidi Diubah, Bos Pupuk Indonesia Ungkap Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pupuk Indonesia (Persero) di bawah pengawasan Danantara telah melakukan transformasi bisnis yang memberikan dampak positif pada kinerja perseroan. Perseroan kini memproduksi sekitar 14,8 juta ton pupuk per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, pemerintah mengubah skema subsidi pupuk dari sistem 'cost plus' ke 'marked to market', yang bertujuan memberikan harga pasar yang adil sekaligus memastikan kualitas pupek yang disalurkan kepada petani.
Skema baru ini memberi ruang kepada Pupuk Indonesia untuk memproduksi pupuk secara lebih efisien. Di sisi lain, perseroan juga membangun sumber pertumbuhan baru dengan memperkuat sektor petrokimia, mengembangkan produk bernilai tambah, dan menerapkan dekarbonisasi melalui efisiensi energi serta produksi amonia rendah emisi. Langkah ini dilaksanakan untuk mencapai kemandirian industri dengan memproduksi turunan gas alam seperti amonia bersih, urea, bahan peledak untuk sektor pertambangan, dan soda ash untuk industri kaca.
Pupuk Indonesia juga mengembangkan ekspansi bisnis ke pasar ekspor. Direktur Utama Rahmad Pribadi membahas strategi ini dalam acara Danantara BUMN Progress Update 2026 yang disiarkan pada Senin, 24 Agustus 2026.
Bagikan
Berita terkait
Video: Transformasi Pupuk Indonesia Jadi "Agrosolution Company"
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.06
Danantara Telah Pangkas 274 BUMN
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 12.00
Video: Pupuk Indonesia Jamin Produksi 14,8 juta Ton Cukup Untuk Petani
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.26
274 BUMN Sudah Dipangkas, Target Akhir Tinggal 250 Perusahaan
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 11.23