Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Waka MPR Ajak Kampus Ambil Peran Atasi Krisis Sampah Plastik

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengajak perguruan tinggi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi krisis sampah plastik dan perubahan iklim. Ia menekankan bahwa solusi tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas TPA, tetapi harus melibatkan tanggung jawab produsen melalui penerapan Extended Producer Responsibility (EPR). Menurutnya, produsen harus bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup kemasan plastik, mulai dari desain hingga daur ulang, agar beban pengelolaan sampah tidak seluruhnya jatuh pada pemerintah daerah dan masyarakat.

Indonesia menghasilkan lebih dari 56 juta ton sampah per tahun, dengan 18-20 persennya berupa sampah plastik. Tingkat daur ulang plastik nasional masih rendah, sehingga sebagian besar sampah plastik berakhir di tempat pemrosesan akhir dan mencemini sungai serta laut. Kebakaran di sejumlah TPA dan bencana di Bantargebang menjadi contoh nyata urgensi penanganan sampah yang perlu segera diselesaikan.

Eddy menegaskan bahwa penerapan EPR tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendorong inovasi kemasan ramah lingkungan dan percepatan ekonomi sirkular. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dianggap kunci untuk menyelesaikan persoalan sampah yang semakin kompleks.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait