Waka MPR Ajak Kampus Ambil Peran Atasi Krisis Sampah Plastik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengajak perguruan tinggi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi krisis sampah plastik dan perubahan iklim. Ia menekankan bahwa solusi tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas TPA, tetapi harus melibatkan tanggung jawab produsen melalui penerapan Extended Producer Responsibility (EPR). Menurutnya, produsen harus bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup kemasan plastik, mulai dari desain hingga daur ulang, agar beban pengelolaan sampah tidak seluruhnya jatuh pada pemerintah daerah dan masyarakat.
Indonesia menghasilkan lebih dari 56 juta ton sampah per tahun, dengan 18-20 persennya berupa sampah plastik. Tingkat daur ulang plastik nasional masih rendah, sehingga sebagian besar sampah plastik berakhir di tempat pemrosesan akhir dan mencemini sungai serta laut. Kebakaran di sejumlah TPA dan bencana di Bantargebang menjadi contoh nyata urgensi penanganan sampah yang perlu segera diselesaikan.
Eddy menegaskan bahwa penerapan EPR tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendorong inovasi kemasan ramah lingkungan dan percepatan ekonomi sirkular. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dianggap kunci untuk menyelesaikan persoalan sampah yang semakin kompleks.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.13
Dari Bantar Gebang untuk Lingkungan, Pemulung Didorong Jadi Pilar Ekonomi Sirkular
Berita terkait
Bali Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Plastik Penerbangan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 17.08
Garudafood Gunakan 1,2 Ton MLP Daur Ulang untuk Sekolah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 21.30
AdMedika Kolaborasi Ubah Sampah Plastik Jadi Nilai Ekonomi di Sukabumi
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 18.56
Menteri LH Puji Inovasi YKSS Menyulap Sampah Plastik di Bali Jadi Kaki Palsu
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 09.33