Waka MPR Dorong Penguatan Sistem Pembelajaran Adaptif Hadapi Bencana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti urgensi pembangunan sistem pembelajaran adaptif di Indonesia yang rawan bencana. Dalam konteks kebakaran hutan di Kalimantan dan gempa di NTT, Kemendikdasmen telah merilis protokol pembelajaran darurat. Lebih dari 70.000 satuan pendidikan berada di wilayah berpotensi bencana dengan risiko tinggi, sementara Indonesia ditempatkan UNICEF sebagai 50 negara dengan anak-anak paling berisiko akibat perubahan iklim. Lestari menekankan pentingnya keselamatan pengajar dan peserta didik, penyelesaian hak belajar, serta pemulihan pasca-bencana yang terencana sebagai fondasi sistem pembelajaran adaptif jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
502 Sekolah Rusak Berat Akibat Gempa NTT, 923 Sekolah Diliburkan
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.57
Gempa NTT, Bayi Laki-Laki Ini Lahir Selamat di Tenda Karang Taruna
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 19.53
Prabowo Kirim Mesin Pompa hingga Ekskavator Tangani Karhutla di Sumsel
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 19.15
BNPB: Karhutla Hanguskan 396 Hektare Lahan di 7 Distrik di Nabire
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 18.28