Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Waka MPR Soroti Rendahnya Minat Masyarakat Ikuti Pendidikan Nonformal

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menyoroti rendahnya minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan nonformal, khususnya Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF). Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen) per 23 Agustus 2026 menunjukkan bahwa dari 9.693 SPNF yang terdata dan memenuhi syarat, hanya 361 yang mendaftar untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket C. Angka ini kontras dengan tahun sebelumnya, yang mencatat 6.128 SPNF atau sekitar 63% yang berpartisipasi. Rerie menyampaikan bahwa beberapa faktor menjadi penghambat, seperti stigma sosial yang memandang pendidikan nonformal sebagai pilihan kedua, kendala ekonomi, dan aksesibilitas yang terbatas. Sebagian besar peserta didik Paket C berasal dari keluarga berpendapatan rendah yang terpaksa bekerja, sehingga kesulitan hadir secara rutin dan mengikuti ujian. Selain itu, minimnya fasilitas belajar dan jaringan komunikasi yang buruk antara lembaga dan pihak luar juga menjadi masalah klasik yang dihadapi SPNF.

Rerie menekankan pentingnya dukungan serius dari para pemangku kepentingan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap pendidikan nonformal. Ia menyarankan strategi kolaboratif dengan sosialisasi masif dan perubahan pola pikir agar masyarakat menyadari bahwa ijazah Paket C setara dengan SMA dan memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau melamar pekerjaan. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga perlu diperkuat agar mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja, bukan sekadar mengejar ijazah. Rerie menegaskan bahwa inklusivitas dalam pendidikan bukan hanya slogan, tetapi sebuah keharusan agar setiap anak bangsa mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, apa pun jalurnya.

Berita terkait