Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Wamenkomdigi: Kampus harus jaga sisi kritis mahasiswa hadapi Gen AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meminta perguruan tinggi untuk tetap menjaga kemampuan berpikir kritis mahasiswa di tengah maraknya penggunaan Generative AI (Gen AI). Ia menekankan agar Gen AI digunakan sebagai mitra dalam proses belajar, bukan pengganti berpikir kritis. Pesan ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Dosen Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ). Nezar meminta dosen membimbing mahasiswa agar memahami AI sebagai alat bantu, sambil mengutamakan etika, integritas akademik, dan kemampuan berpikir kritis. Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan tata kelola AI yang berbasis nilai di perguruan tinggi. Untuk menghadapi dinamika AI generatif, Nezar mengusulkan tiga langkah strategis: reorientasi pedagogi, penguatan literasi AI berbasis nilai, dan kolaborasi lintas sektor. Literasi AI perlu memastikan mahasiswa memahami cara kerja, bias, dan keterbatasan AI, sekaligus menyadari dampaknya terhadap kedaulatan digital bangsa. Kolaborasi tidak hanya antar perguruan tinggi, tetapi juga dengan pemerintahan, agar mahasiswa tidak hanya menjadi subjek transformasi digital, tetapi juga ikut membentuk kebijakan dan etika AI Indonesia.

Berita terkait