Wamenlu dorong kerja sama untuk cegah ketegangan di Laut China Selatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, menekankan pentingnya 'habit of cooperation' untuk mencegah ketegangan di Laut China Selatan. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Working Group Meeting ke-21 dan Workshop ke-35 di Jakarta pada 27–30 September 2026. Forum ini bertujuan membangun kepercayaan melalui dialog, kerja sama praktis, serta kepatuhan terhadap Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) dan UNCLOS 1982.
Acara tersebut dihadiri 85 akademisi dan perwakilan pemerintah dari China, Brunei Darussalam, Indonesia, Laos, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Taiwan. Fokus utama pembahasan meliputi pengelolaan lingkungan laut dan pesisir serta mitigasi konflik. Hasil pertemuan mencakup kesepakatan tiga proyek kerja sama baru, yang terdiri dari dua usulan Vietnam dan satu usulan Indonesia, sebagai langkah konkret pembangunan kepercayaan antarnegara.
Bagikan
Berita terkait
Resmi! RI Calonkan Diri Jadi Aggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.50
Resmi! RI Calonkan Diri Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.50
RI Bidik Kursi Anggota DK PBB, Waka Komisi I DPR: Jangan Terseret Blok
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.57
Isu Papua di Sidang Umum PBB, Legislatif Dorong Indonesia Aktif Lawan Narasi Tanpa Konteks Utuh
JawaPos · 27 September 2026 pukul 16.15