Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Wapres Pantau Penanganan Karhutla dan Warga Terdampak Kabut Asap di Kalsel

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kesiapan layanan kesehatan akibat kabut asap di Kalimantan Selatan pada Kamis (10/9). Kunjungan dilakukan ke Posko Karhutla Guntung Damar, Sekolah Rakyat Rintisan Jalan Trikora Banjarbaru, dan Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi dampak karhutla. Gibran menekankan pentingnya kesiiapan rumah sakit, termasuk ketersediaan obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan, khususnya untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Menurut BPBD Kalsel, dari 1 Januari hingga 10 September 2026, tercatat 2.963 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 20.206,06 hektare. Banjarbaru menjadi salah satu tiga kabupaten/kota dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 588 kali, dengan lahan terdampat mencapai 2.539,97 hektare. Karakteristik lahan gambut di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi faktor kesulitan dalam penanganan karhutla.

Gubernur Kalsel Muhidin menerbitkan surat edaran penyesuaian jam kerja dari pukul 08.00 WITA menjadi 09.00 WITA akibat kabut asap. Kementerian Kehutlaan juga memperkuat pengendalian karhutla di Kalimantan Barat (134 titik) dan Kalimantan Tengah (81 titik) per 10/9/2026, dengan 53 armada udara yang disiagakan. Baznas RI juga menerjunkan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu pemadaman karhutla dan menyalurkan bantuan logistik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait