Warga Muakan Petinggi Keluhkan Infrastruktur dan Pelayanan Publik yang Tak Memadai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga Desa Muakan Petinggi, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menyuarakan berbagai keluhan terkait infrastruktur dan pelayanan publik yang dianggap belum memadai. Keluhan meliputi akses listrik, jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, jembatan, bantuan sosial, hingga pelayanan pemerintahan desa. Aksi sosial digelar sebagai bentuk ungkapan kepedulian terhadap kondisi masyarakat setempat.
Salah satu warga, Tarmiji, mengungkapkan bahwa sebagian rumah warga belum mendapatkan listrik meskipun tiang dan kabel jaringan sudah terpasang. Warga sebelumnya diinformasikan bahwa listrik akan menyala sejak November 2023. Tarmiji mengaku telah mengeluarkan sekitar Rp1 juta untuk pemasangan listrik. Sebagai alternatif, warga menggunakan generator (genset), namun biaya operasionalnya mahal, yakni sekitar 25 liter bahan bakar per minggu, belum termasuk perawatan mesin.
Keluhan ini mencerminkan tantangan infrastruktur yang masih dihadapi warga desa di wilayah terpencil, yang mempengaruhi kualitas hidup dan akses layanan dasar.
Bagikan
Berita terkait
Jembatan di Pangandaran Ambruk, Pemprov Jabar Bakal Bangun yang Permanen
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.28
Tri Tito Karnavian Dorong Sosialisasi Registrasi Posyandu
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.58
Bahlil Bakal Tambah Target Pasang Baru Listrik Jadi 500 Ribu Rumah
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 00.45
DPR Setujui Anggaran ESDM 2027 Rp27,37 Triliun, Naik 26,4 Persen
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 13.22