Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Warga RI Ramai Kumpul Kebo, Wilayah Ini Paling Banyak

Fenomena kumpul kebo masih ditemui di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Manado yang mayoritas penduduk non-Muslim. Menurut hasil survei BRIN, 0,6% penduduk kota Manado melakukan kohabitasi dengan 1,9% sedang hamil, 24,3% berusia di bawah 30 tahun, dan 53,5% bekerja informal. Pasangan memilih kumpul kebo karena beban finansial, prosedur perceraian rumit, dan penerimaan sosial. Namun, praktik ini berdampak negatif pada perempuan dan anak karena tidak ada jaminan keamanan finansial, hak waris, atau alimentasi. Data PK21 menunjukkan 69,1% pasangan kohabitasi mengalami konflik tegur sapa, 0,62% pisah ranjang, dan 0,26% KDRT. Anak dari kohabitasi berisiko gangguan pertumbuhan dan stigma sebagai 'anak haram'.

Berita terkait