Warga RI Ramai Kumpul Kebo, Wilayah Ini Paling Banyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena kumpul kebo masih ditemui di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Manado yang mayoritas penduduk non-Muslim. Menurut hasil survei BRIN, 0,6% penduduk kota Manado melakukan kohabitasi dengan 1,9% sedang hamil, 24,3% berusia di bawah 30 tahun, dan 53,5% bekerja informal. Pasangan memilih kumpul kebo karena beban finansial, prosedur perceraian rumit, dan penerimaan sosial. Namun, praktik ini berdampak negatif pada perempuan dan anak karena tidak ada jaminan keamanan finansial, hak waris, atau alimentasi. Data PK21 menunjukkan 69,1% pasangan kohabitasi mengalami konflik tegur sapa, 0,62% pisah ranjang, dan 0,26% KDRT. Anak dari kohabitasi berisiko gangguan pertumbuhan dan stigma sebagai 'anak haram'.
Bagikan
Berita terkait
Warga RI Ramai Kumpul Kebo, Wilayah Ini Paling Banyak
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 21.45
Peradi Gandeng Kementerian PPPA Berikan Konsultasi Hukum Gratis
JPNN.com · 3 Oktober 2026 pukul 18.31
BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 09.50
Kepala Asrama Alexandria School Diperiksa Terkait Dugaan Bullying Siswa
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.55