Was-Was Kantong Pas-pasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia sedang melakukan sensus ulang untuk mengklasifikasikan masyarakat menjadi miskin, mampu, kaya, hingga super kaya. Tujuannya adalah mengakurasi subsidi BBM (pertalite) agar sampai ke penerima yang benar-benar membutuhkan. Penelitian dilakukan mulai dari perumahan mewah hingga lorong gang sempit. Jika warga dianggap tidak miskin oleh petugas, mereka bisa dituduh tidak cukup melarat untuk menggunakan pertalite. Masyarakat khawatir akan dikategorikan "mampu" dan kehilangan akses subsidi bahan bakar motor atau mobil yang sudah jarang perawatan. Kebijakan ini menjadi sorotan karena menjadi bentuk akrobat politik pemerintah dalam mengelola APBN yang menekan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 10.35
Perketat Pengguna BBM Pertalite Pakai Desil, Ini Kabar Terbaru Bahlil
Berita terkait
Purbaya Umumkan Bakal Ada Pembatasan Pembelian Pertalite
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.19
Andai Subsidi BBM-LPG Diganti Jadi BLT ke Orang, Ini Hitungan Idealnya
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.15
Pertalite Tak Lagi Bebas Dibeli? Pemerintah Siapkan Skema Berdasarkan Jenis Kendaraan
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.40
Sinyal Rupiah Hari Ini: Posisi Kurs Dolar di Tengah Wacana Pemangkasan BBM Bersubsidi
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 07.46