Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Wetonan sebagai Ajang Detoksifikasi Digital

Wetonan adalah tradisi Jawa yang merayakan pertemuan hari Masehi (7 hari) dan pasaran Jawa (5 hari), dengan siklus selama 35 hari (KPK dari 7 dan 5). Setiap orang memiliki weton berdasarkan kombinasi hari lahir dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), yang menjadi identitas spiritual permanen. Wetonan dilakukan secara berkala sesuai siklus 35 hari tersebut. Ritual wetonan meliputi puasa untuk menahan nafsu duniawi dan melek-melekan (duduk dan merenungkan diri dari magrib hingga subuh) sebagai istirahat moral atau spiritual. Dalam era digital, praktik ini dimodifikasi menjadi detoksifikasi digital, di mana melek-melekan berarti menghindari penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Wetonan menjadi momen evaluasi diri setiap 35 hari, menyadarkan penggunaan digital yang bijak dan memberikan kesempatan untuk membenahi diri di luar hiruk-pikuk kehidupan modern.

Berita terkait