Wetonan sebagai Ajang Detoksifikasi Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wetonan adalah tradisi Jawa yang merayakan pertemuan hari Masehi (7 hari) dan pasaran Jawa (5 hari), dengan siklus selama 35 hari (KPK dari 7 dan 5). Setiap orang memiliki weton berdasarkan kombinasi hari lahir dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), yang menjadi identitas spiritual permanen. Wetonan dilakukan secara berkala sesuai siklus 35 hari tersebut. Ritual wetonan meliputi puasa untuk menahan nafsu duniawi dan melek-melekan (duduk dan merenungkan diri dari magrib hingga subuh) sebagai istirahat moral atau spiritual. Dalam era digital, praktik ini dimodifikasi menjadi detoksifikasi digital, di mana melek-melekan berarti menghindari penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Wetonan menjadi momen evaluasi diri setiap 35 hari, menyadarkan penggunaan digital yang bijak dan memberikan kesempatan untuk membenahi diri di luar hiruk-pikuk kehidupan modern.
Bagikan
Berita terkait
Info Rahinan Umat Hindu Bali September 2026: Tumpeng Kandang hingga Bhatara Sri
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 08.10
Permintaan Unik 13 Bocah Rambut Gimbal Sebelum Diruwat di Dieng
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.35
Survei Ungkap Lansia Makin Lirik Herbal, Praktik Spiritual, dan Psikedelik
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.45
Ini Keinginan Terbesar Ruben Onsu di Ulang Tahun ke-43, Hanya Ingin Bertemu Anak!
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 14.05