Whitesky Aviation Group dengan Pengembangan 200 eVTOL Diproyeksikan Capai Valuasi 1,2 Miliar Dolar AS pada 2036
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Whitesky Aviation Group berencana mengembangkan hingga 200 unit electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dalam 10 tahun ke depan, dengan proyeksi valuasi mencapai 1,2 miliar dolar AS pada 2036. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi transformasi menuju ekosistem Advanced Air Mobility (AAM), yang mencakup aircraft operation, infrastruktur, maintenance, human capital, technology, dan pasar Urban Air Mobility (UAM).
Pipeline 200 eVTOL terdiri dari 120 unit dari China, 30 unit dari Jepang, dan 50 unit dari Indonesia, yang akan dikembangkan secara bertahap hingga 2036 sesuai kesiapan teknologi, regulasi, infrastruktur, dan pertumbuhan pasar. CEO Denon Prawiraatmadja menekankan bahwa pertumbuhan nilai perusahaan tidak hanya ditentukan oleh jumlah armada, tetapi juga kemampuan membangun ekosistem bisnis terintegrasi.
Proyek ini membutuhkan kapital sekitar Rp9,1 triliun dalam satu dekade, membuka peluang bagi perbankan, investor, dan lembaga pembiayaan. Whitesky juga mengembangkan Cengkareng Heliport sebagai bagian dari ekosistem UAM melalui inisiatif HEXIA. Dengan basis pasar domestik yang besar dan karakter Indonesia sebagai negara kepulau, Whitesky melihat potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan AAM di Asia Tenggara.
Bagikan
Berita terkait
Whitesky Bersiap Boyong 200 Helikopter Listrik ke Indonesia
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 14.45
Whitesky Group Bawa Kekuatan Market Indonesia ke Forum AAM Hong Kong
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 03.50
Siap Mengudara di Indonesia, 60 Helikopter Listrik Bakal Jadi Taksi Terbang
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.40
Harimau Malaya Gagal Lolos Final ASEAN Cup, Begini kata PM Malaysia
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.19