WHO Bongkar Taktik Raksasa Makanan di Balik Skandal Obesitas Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuding perusahaan makanan ultraproses terbesar di dunia menghambat upaya pemerintah mengatasi krisis obesitas dengan menggugat kebijakan kesehatan. Gugatan tersebut memperlambat regulasi, membebani negara dengan biaya hukum dan kesehatan hingga miliaran dolar, serta menciptakan efek jera bagi pemerintah lain. Investigasi menemukan 235 gugatan dari 2010 hingga 2025 di negara seperti Meksiko, Brasil, dan Inggris, dengan tiga perempat dimenangkan pemerintah, tetapi proses hukum panjang menunda implementasi kebijakan selama bertahun-tahun.
Sebagian besar gugatan berasal dari delapan perusahaan besar termasuk Coca-Cola, PepsiCo, dan Mondelēz. WHO mencatat hampir 1 miliar orang hidup dengan obesitas pada 2024, dan konsumsi makanan ultraproses menyumbang sekitar separuh pola makan di beberapa negara. Kebijakan yang digugat antara lain pelabelan peringatan, pembatasan iklan, dan pajak makanan tidak sehat.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak perusahaan menghentikan litigasi dan taktik lain yang menguras sumber daya pemerintah. Ia juga menyoroti negara berpendapatan rendah dan menengah lebih rentan terhadap gugatan karena kapasitas terbatas, meskipun menghadapi beban penyakit yang meningkat. WHO menekankan perlunya aksi global yang lebih kuat dan mendukung pemerintah tetap menerapkan kebijakan kesehatan.
Bagikan
Berita terkait
Wabah Mematikan di Negara Ini Kian Meluas, Menyebar di 6 Provinsi
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.30
Waspada, Standar Polusi Indonesia 5 Kali Lebih Longgar dari WHO
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.10
Mahasiswa Magister Biomedik UAJ Bawa Riset Nutrigenetik Juara 2 di Tingkat Global
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.00
Sempat Dirawat karena Sesak Napas, Wanita Sragen Berbobot 300 Kg Meninggal
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 19.42