Wisata Gunung Bromo Masih Tutup Meski Kebakaran Telah Padam, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wisata Gunung Bromo tetap ditutup meskipun kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah dikendalikan sejak Jumat (14/8). Komandan Korem 083 Bhaladika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, belum merekomendasikan pembukaan karena masih ada potensi bara api di bawah permukaan, seperti yang terdeteksi di wilayah Dingklik, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (15/8). Ratusan personel gabungan terus menyisir empat wilayah untuk memastikan tidak ada titik panas tersembunyi, terutama di area tebing yang sulit dijangkau sumber air. Mobil tangki dan pipa disiapkan untuk pendinginan berkelanjutan.
Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menegaskan kawasan Kaldera Bromo ditutup untuk semua aktivitas selain pemadaman, termasuk Upacara Proklamasi 17 Agustus. Pembukaan wisata baru akan dipertimbangkan setelah rapat koordinasi dengan Satgas Karhutla dan rekomendasi dari Menteri Kehutanan. Sebelum dibuka, sarana prasarana juga harus dipastikan siap. Kebakaran yang mulai terlihat 3 Agustus 2026 telah memakan minimal 1.120 hektare lahan di empat kabupaten: Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan. Pemadaman melibatkan personel darat dan tiga helikopter.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.02
Karhutla Gunung Bromo Dipadamkan, Petugas Kemenhut Masih Waspadai Bara Tersembunyi
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.35
Karhutla Gunung Bromo Padam, Tim Gabungan Masih Siaga Antisipasi Titik Asap Baru
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.36
Asap Kebakaran Masih Terdeteksi di Kawah Wadon Gunung Gede
Berita terkait
Kebakaran Kian Meluas, TNBTS Tutup Seluruh Akses Wisata Bromo
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 02.00
Pengelola Ungkap Kebakaran 120 Ha Lahan di Gunung Bromo Dipicu Ulah Manusia
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.06
Kebakaran Bromo Mereda, Luas Lahan Terbakar 1.120 Hektare
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.29
Kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total akibat kebakaran hutan
ANTARA News · 13 Agustus 2026 pukul 20.55