WNI Tewas Kecelakaan Kerja di Hiroshima, Kemlu: Dalam Proses Pemulangan ke RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial IK (21), asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tewas akibat kecelakaan kerja di Kota Ootake, Prefektur Hiroshima, Jepang, pada Rabu (2/9). Korban, yang merupakan peserta Technical Intern Training Program (TITP) dan telah bekerja di Jepang sejak Juni 2024, terjepit dalam mesin pengaduk pada saat sedang bekerja di pabrik milik Toda Kogyo Corp. akibat pendarahan hebat. Menurut laporan media Jepang Kyodo, leher korban terjepit dalam mesin pengaduk dengan diameter dan kedalaman sekitar 1,5 meter. Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) sedang memfasilitasi proses pemulangan jenazah, yang sudah dibawa dari Hiroshima ke Tokyo untuk persiapan akhir ke Indonesia. Kedutaan Besar RI di Tokyo dan Konsulat Jenderal RI di Osaka sedang berkoordinasi dengan Kepolisian Kota Ootake untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV karena tidak ada saksi mata. Kemlu juga menjalin komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan organisasi penerima untuk memastikan hak-hak almarhum terpenuhi sesuai hukum Jepang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 15.45
Peserta pelatihan asal RI meninggal usai terjepit mesin di Hiroshima
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 19.31
KBRI Ungkap Kondisi Pemagang WNI yang Meninggal Dunia karena Kecelakaan Kerja di Hiroshima
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.35
Kabar Duka, Pekerja RI Tewas Terjepit Mixer di Jepang
Berita terkait
Kemlu Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Korban Kecelakaan Kerja di Jepang
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 21.12
Update Pemulangan WNI Tewas Kecelakaan Kerja di Hiroshima, Kemlu: Sedang Menuju Tokyo
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 21.10
Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan Jenazah Magang WNI Korban Kecelakaan Kerja di Jepang
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 23.17
Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan Jenazah Magang WNI Korban Kecelakaan Kerja di Jepang
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 23.17